21 Nov 2017

ETNOPSIKIATRI GAYA BARU


 Etnopsikiatri:
  1. § Salah satu studi etnomedisin yg khusus mempelajari tentang bagaimana masyarakat tradisional melihat dan mengatasi penyakit yg berkaitan dg masalah mental (gangguan jiwa).


  1. §  Perhatian ahli antropologi terhadap etnopsikiatri berkaitan dengan berbagai faktor sosial-budaya yg mempengaruhi persepsi & perilaku manusia, isi dari halusinasi & delusinya, dan respons (sikap &  perilaku)  warga masy pendukung kebudayaan tsb thd si penderita.

Etnopsikiatri Gaya Baru
Atwood Gaines (1992) mengintroduksi new ethnopsychiatry:
Sistem psikiatri sama-sama bersifat kultural seperti halnya sistem religi, sistem kekerabatan dan sistem politik, karena itu folk psychiatry (menurut Kiev cultural psychiatry,) dan professional psychiatry sama-sama disebut etnopsikiatri:
  1. Bagaimana masyarakat meyakini & menjalankan religi yang dianutnya?
  2. Bagaimana mengatur sist kekerabatannya? Bagaimana mengatur organisasi kehidupan bersamanya, ttg kekuasaan dan kepemimpinan kelompoknya?


Prinsip
-        Cultural construction (bangunan budaya, konstruksi budaya) sebagai paradigma baru pada dekade 1990an.
-        (Pengertian bangunan budaya bahwa kebudayaanlah yang membangun pola pikir, hingga perwujudannya dalam praktek dan materi yang digunakan).



ILMU PSIKIATRI

PSIKIATRI merupakan suatu cabang spesialiastik dalam ilmu kedokteran yang memperhatikan dan mempelajari segala aspek mental manusia baik dalam keadaan sakit maupun dalam keadaan sehat.

Keadaan fungsional individu untuk mengadakan relas (hubungan) dan limitasi (membatasi hubungan itu) terhadap dunia sekelilingnya (yang terdiri dari manusia, benda, atau faham) seperti yang tertangkap oleh panca inderanya.

Konsep kesadaran seperti: Genesis, proses kejadian; Diagnosis, pemastian keadaan gangguan atau sakit; Terapi, upaya pengobatan; Prevensi, upaya pencegahan.


Fobia

Suatu keadaan ketakutan atau kegelisahan yang bersifat irasional, yang walaupun diakui ketidakbenarannya oleh ybs tetap menguasai jalan pikirannya.

Obsesi

Suatu pikiran yang bersifat terpaku (persistent) dan senantiasa berulang kembali (recurrent) yang mendesakan diri ke taraf kesadaran individu dan yang timbulnya tidak dapat terelakan oleh individu ybs.

Kompulsi

Suatu perbuatan yang disadari dan diketahui oleh individu, akan tetapi seolah-olah dilakukan di luar kekuasaannya, walaupun ia tahu dan mengetahui bahwa sifat perbuatan itu adalah irasional. Biasanya menjadi faktor obsesi.

Delusi (Waham)

Suatu keyakinan atau fikiran yang salah karena bertentangan dengan kenyataan (dunia realitas) serta dibangun atas unsur-unsur yang tidak berdasarkan logika; individu tidak mau melepaskan delusinya walaupun telah tersedia cukup bukti-bukti obyektif tentang ketidakbenarannya itu.

Halusinasi

Suatu pengalaman panca indera tanpa adanya rangsangan sensorik.

Ilusi

Suatu persepsi disebabkan karena adanya rangsang pancaindera yang ditafsirkan salah.

Konfabulasi

Suatu pernyataan bohong dan fantastis yang oleh individu sendiri dianggap sebagai fakta sungguh-sungguh.

20 Nov 2017

Cuplikan Tulisan Frans Asisi Datang, Menyusun Paragraf Karya Ilmiah

Tulisan ini saya ambil dalam sebuah buku yang berjudul Karya Tulis Ilmiah Sosial: Menyiapkan, Menulis, dan Mencermatinya, yang disunting oleh Yunita T. Winarto, Totok Suhardiyanto, dan Ezra M. Choesin. Di dalamnya ada sebuah arikel yang berjudul Menyusun Paragraf Karya Ilmiah, karya Frans Asisi Datang.

Tulisan ini penting bagi akademisi dalam menyusun paragraf Karya Ilmiah. Dijelaskan dalam tulisan ini bahwa paragraf merupakan bagian dari sebuah wacana tertulis, berbeda dengan wacana lisan. Kalimat dalam satu paragraf dipengaruhi oleh pertimbangan rasional-ilmiah dan pertimbangan praktis. Kalimat-kalimat yang membentuk sebuah paragraf tertentu kalimat-kalimat yang berhubungan satu sama lain. Pertalian antarkalimat dalam satu paragraf menghasilkan gagasan utuh dan lengkap sehingga pembaca memperoleh suatu pengertian yang utuh, lengkap, dan jelas mengenai satu hal atau masalah yang termuat dalam paragraf tersebut. Hal paling utama adalah bahwa penulis harus menguasai pelbagai model pengembangan paragraf agar karangan yang disusunnya menjadi tidak monoton dan efektif.